Postingan

Merpati, Jangan Lagi Ingkar Janji

Gambar
Oleh: A. Choliq Baya TRANSPORTASI udara dari Bandara Blimbingsari Banyuwangi ke Bandara Juanda Surabaya atau sebaliknya semakin sering dikeluhkan. Para penumpang yang dulunya banyak memanfaatkan jasa ini, sejak beberapa bulan lalu mulai kurang bergairah. Kondisi ini bukan dikarenakan mereka tidak tertarik menggunakan jasa penerbangan, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh layanan operator penerbangan yang sering tidak konsisten. Terutama menyangkut jadwal terbang yang sering berubah-ubah waktunya. Padahal, sejak penerbangan perdana dibuka pada Desember 2010 lalu, antusias masyarakat yang memanfaatkan jasa ini cukup besar. Terbukti, jalur penerbangan reguler yang awalnya hanya dilayani pesawat jenis twin otter berkapasitas 9 penumpang milik maskapai Sky Avation, hampir selalu terisi penuh. Bahkan, empat bulan kemudian, operator penerbangan Sky Avation yang melayani rute Surabaya – Banyuwangi – Denpasar pergi pulang ini mengganti armada pesawat yang lebih besar, yakni Fokker...

Wisata Kuliner

Gambar
Oleh: Choliq Baya BISNIS kuliner semakin menjanjikan.  Apalagi, bila bisa mengemasnya dengan sajian-sajian yang unik dan menarik. Baik itu menyangkut aneka makanan yang disajikan, cara menyajikannya, layout lokasi kulinernya maupun aneka program acara yang digelar untuk menarik pengunjung. Terlebih lagi bila bisa memadukan dengan aneka kegiatan entertainment yang membuat pengunjung makin betah untuk berlama-lama sambil menikmati makanan di tempat itu. Fasilitas tambahan itu bisa berupa arena bermain anak-anak, kolam pancing, live music , galeri seni, fasilitas hotspot untuk berselancar di dunia maya, sulap, lawak, tari-tarian, dan lain sebagainya. Perkembangan perkulineran di negara Indonesia yang cukup pesat harus bisa ditangkap dan dikembangkan menjadi sebuah komoditas yang bisa mengangkat kesejahteraan rakyat. Baik itu dilakukan secara mandiri oleh warga masyarakat, pengusaha, pihak perbankan maupun aparat pemerintah dalam menjalankan program pemberdayaan masyar...

Menunggu Dewa Penyelamat Persewangi

Gambar
Oleh: A. Choliq Baya PERJALANAN punggawa Persewangi, klub sepak bola kebanggaan masyarakat Banyuwangi yang berkiprah di pentas divisi utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) semakin terseok-seok. Selain karena faktor kekurangan suplai anggaran yang tidak kunjung dapat sponsor, beberapa pemainnya juga mulai hengkang ke klub lain. Ini terjadi karena mereka menganggap masa depannya di Persewangi kurang jelas dikarenakan gajinya tersendat sampai tiga bulan, bahkan kontraknya banyak yang direvisi ulang. Ada tiga pemain pilar yang sudah angkat kaki dari klub yang diarsiteki Yudi Suryata ini. Masing-masing kiper utama David Ariyanto yang sebelumnya merumput di Persiwa Wamena, kini hijrah ke Barito Putra, klub divisi utama Liga Indonesia. Dua punggawa lain yang memilih hengkang dari Persewangi adalah mantan pemain PSIS Semarang Modestus Indra Setiawan dan Ilham Sadat. Sejak putaran kedua divisi utama LPIS yang digelar PSSI, keduanya sudah hijrah ke Persis Solo. Bukan tidak m...

Menjual Banyuwangi di Pulau Dewata

Gambar
Oleh: A. Choliq Baya BERBAGAI upaya untuk mengenalkan sekaligus menjual aneka potensi yang dimiliki bumi berjuluk The Sunrise of Java terus dipacu. Kalau biasanya dilakukan melalui pameran, mengirim delegasi seni budaya, menggelar even, menyebar brosur, pasang iklan di media cetak, elektronik, internet serta dari mulut ke mulut, kini mulai berani tampil agak beda. Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) berani jemput bola dengan menggelar Banyuwangi Gathering Night in Bali . Even yang digelar pada Senin, 26 Maret 2012 lalu di Paradise Plaza Hotel Sanur, Bali itu benar-benar cukup meriah dan tergolong sukes. Pasalnya, dilihat dari antusias tamu undangan yang datang hampir tidak menyisakan kursi kosong. Jumlahnyapun jauh lebih besar dari undangan serupa yang biasanya digelar daerah lain di Bali. Dan itu diakui sendiri oleh pengurus Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali. Misalnya dari 154 anggota ASITA Bali yang diu...

Investor, Marketer, dan Kucing Garong

Gambar
Oleh A. Choliq Baya PERTUMBUHAN ekonomi dan dunia usaha di Banyuwangi semakin menjanjikan. Beberapa perusahaan mulai berani mengembangkan sayapnya di sini. Sebab, daerah paling timur Provinsi Jawa Timur ini dianggap bisa menjadi pendukung pengembangan ekonomi Indonesia bagian timur. Mengingat, sarana dan prasarana pendukung di sini sudah cukup memadai meski masih perlu pembenahan lagi, terutama terkait pelabuhan dan lapangan terbang yang lebih representatif. Selain faktor alam dan prasarana pendukung, ketertarikan para investor untuk menanam modal di Kota Gandrung juga tak lepas dari ‘’rayuan maut’’ Bupati Abdullah Azwar Anas. Dengan memanfaatkan pengalaman dan jaringan saat menjadi anggota DPR RI, Anas sering ‘’berjualan’’ potensi daerah yang dia pimpin kini kepada para investor. Termasuk, mengupayakan kucuran anggaran dari pemerintah pusat untuk membangun Banyuwangi.  Tanpa bermaksud membuat GR ( gede rumongso ) bupati dan menafika...

Seni Budaya Lestari, Dongkrak Pariwisata

Gambar
Oleh: A. Choliq Baya MALAM minggu lalu saya menyempatkan diri memenuhi undangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) untuk menonton pagelaran seni di Taman Blambangan. Lokasi pentas seni budaya ini merupakan arena baru, satu paket dengan renovasi Taman Blambangan. Lokasinya bertolak belakang dengan Gelanggang Seni dan Budaya (Gesibu) tapi saling terhubung. Kedua arena itu sama-sama bisa dimanfaatkan untuk pagelaran seni budaya. Yang di Gesibu kesannya lebih eksklusif karena berada dalam areal tertutup yang dilengkapi dengan tempat duduk dan berpagar, sedang yang di Taman Blambangan lebih terbuka dan mudah diakses. Pentas seni budaya di Taman Blambangan pekan kemarin merupakan agenda seni budaya perdana di arena baru itu. Tujuannya, agar publik tahu kalau di Taman Blambangan kini sudah ada arena untuk pentas seni budaya yang bisa dimanfaatkan dan dinikmati oleh masyarakat luas. Pagelaran seni malam itu, juga dimaksudkan untuk menghidupkan kembali pentas seni di Gesib...

Persewangiku Sayang, Persewangiku Malang

Gambar
Oleh A. Choliq Baya PEKAN lalu sebelum bertolak ke Madiun mengawal tim kesayangannya melawan Madiun Putra, Manager Persewangi H. Nanang Nur Ahmadi beserta beberapa jajarannya datang ke kantor menemui saya. Ia ‘’curhat’’ seputar nasib tim Persewangi yang ditanganinya. Menurutnya, Persewangi berjalan tertatih-tatih karena anggaran minim. Lantaran belum ada sumber pendanaan yang jelas, manager Persewangi itu pun harus menalangi biaya operasional, uang kontrak, dan gaji pemain, dengan uang pribadi dan utang dari PSSI. Kondisi itu tentu tidak akan bisa berlangsung lama. Sebab, kemampuan finansial pengurus Persewangi ada batasnya. Apalagi, bila tidak ada pihak lain yang peduli dan menyokong pendanaan Persewangi yang kini berlaga di pentas divisi utama Liga Primier Indonesia (LPI). Bahkan, pemerintah daerah, pengusaha, dan para sponsor, terkesan tidak peduli. Nanang pun akhirnya berpikir realistis, lebih baik menghentikan langkah Persewangi di tengah jalan dari pada dia babak belur m...