Oleh: A. Choliq Baya CITRA wartawan di mata masyarakat akhir-akhir ini terus memburuk. Hal ini tidak lepas dari ulah tidak terpuji, bahkan melanggar hukum yang dilakukan oleh beberapa oknum wartawan atau oknum yang mengaku sebagai wartawan. Sebab, dalam menjalankan tugas, mereka telah mengabaikan kode etik jurnalistik (KEJ) yang seharusnya dijunjung tinggi. Anehnya, mereka banyak yang mengabaikan atau mungkin tidak tahu dan tidak mengerti dengan KEJ karena memang tidak pernah mendapatkan arahan ataupun pendidikan dari perusahaan tempatnya bekerja. Terlebih lagi bagi mereka yang mengaku sebagai wartawan dan sama sekali tak memiliki kemampuan menjalankan tugas jurnalistik, pasti tidak tahu KEJ apalagi sampai menjalankan dan mematuhi ketentuan-ketentuan yang ada di dalamnya. Ketidakpahaman terhadap KEJ inilah yang membuat wartawan beneran maupun wartawan gadungan merusak citra wartawan. Sebab, dalam menjalankan tugas di lapangan, mereka seringkali melakukan intimidasi, penipuan,...
Oleh A. Choliq Baya Minuman kera (miras), apa pun namamu Tak akan ku reguk lagi dan tak akan ku minum lagi Walau setetes (setetes) Dan narkotika (tika), apa pun jenismu Tak akan ku kenal lagi dan tak akan ku sentuh lagi Walau secuil (secuil) Gara-gara kamu orang bisa menjadi gila Gara-gara kamu orang bisa putus sekolah Gara-gara kamu orang bisa menjadi edan Gara-gara kamu orang kehilangan masa depan BEBERAPA bait kalimat di atas merupakan cuplikan dari syair lagu Mirasantika (minuman keras dan narkotika) yang diciptakan sekaligus didendangkan raja dangdut Rhoma Irama. Lagu tersebut membawa pesan moral atau nasihat yang begitu dalam. Khususnya kepada generasi bangsa ini agar tak coba-coba mendekati mirasantika. Sebab, pengaruhnya begitu ganas, bisa merusak moral, sendi kehidupan dan masa depan bangsa ini. Dampak buruk dari pemakaian mirasantika itu kian hari bisa kita dapati di tengah-tengah masyarakat. Hampir setiap hari berita kriminal tindak pemer...
Oleh: A. Choliq Baya SAAT masih tinggal dan bertugas di Kota Mojokerto, setiap Sabtu pagi saya selalu menyempatkan hunting dengan bersepeda gunung ke beberapa lokasi wisata, tempat kuliner, tempat produksi kerajinan, tempat-tempat bersejarah, dan tempat menarik lain. Biasanya saya bersepeda bersama para tetangga dalam satu kompleks perumahan. Sebagian besar dari komunitas bersepeda kami adalah mantan pensiunan PNS dan BUMN. Ada juga yang masih menjabat pimpinan sebuah perusahaan asuransi, bank , dan rektor perguruan tinggi. Tujuannya, selain untuk olah raga dan refreshing , juga ingin mengetahui lebih dekat tempat-tempat ‘’spesial’’ di daerah, termasuk kondisinya. Ketika saya pindah tugas ke Banyuwangi sejak awal tahun 2010, baru akhir pekan kemarin saya berkesempatan bersepeda keliling ke beberapa tempat. Maklum, setiap akhir pekan, saya lebih banyak berada di luar Banyuwangi sehingga kesempatan ini saya anggap agak langka. Meski demikian, saya tidak bisa menempuh jarak ...
Komentar