Rabu, 24 Agustus 2011

Selamat Datang Merpati MA-60



Oleh A. Choliq Baya
RENCANANYA mulai hari ini, 24 Agustus 2011 akan ada pesawat reguler baru yang beroperasi di Bandara Rogojampi. Pesawat baru itu bukan milik Sky Aviation, satu-satunya operator penerbangan yang selama ini melayani penerbangan dari Banyuwangi ke Surabaya dan sebaliknya, melainkan milik maskapai Merpati Nusantara Airlines. Kabarnya, tipe pesawat yang akan dioperasikan Merpati di Banyuwangi adalah MA-60 berkapasitas 52 penumpang. Rute yang akan dilayani adalah Banyuwangi–Surabaya–Semarang–Bandung. 

Pesawat MA-60 ini akan mengisi kekosongan waktu yang tidak bisa dipenuhi pesawat Fokker 50 milik Sky Aviation. Selama ini, Sky Aviation melayani penumpang dari Banyuwangi–Surabaya dan Banyuwangi–Denpasar atau sebaliknya empat kali dalam seminggu. Tetapi, dengan alasan rugi, sejak 18 Juli lalu jalur Banyuwangi–Denpasar untuk sementara dihentikan. Jalur Banyuwangi–Surabaya atau sebaliknya yang semula dilayani empat kali dalam seminggu dipangkas menjadi tiga kali. Tiga kali itu adalah pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Untuk empat hari lain yang selama ini kosong bakal dipenuhi pesawat MA-60.

Kehadiran operator penerbangan Merpati di Bandara Rogojampi tersebut tentu akan disambut antusias semua kalangan, khususnya para pengguna jasa penerbangan. Lebih-lebih menjelang Lebaran seperti saat ini, pasti akan banyak warga Banyuwangi yang mudik memanfaatkan pesawat karena bisa menghemat waktu dan tenaga. Khususnya, mereka yang pulang ke kampung halaman dengan membawa banyak uang. Jadi, ini merupakan momen bisnis yang tepat bagi operator penerbangan untuk memulai usaha.

Apalagi, dalam beberapa kali kesempatan, pesawat milik Sky Aviation tidak bisa beroperasi dengan alasan tengah diperbaiki. Juga berberapa kali pesawat milik Sky Aviation mengalami delay (tertunda) keberangkatan dan kedatangan, baik karena alasan cuaca maupun alasan lain. Sebab, Fokker 50 milik Sky Aviation itu tidak hanya melayani penerbangan Banyuwangi-Surabaya, tapi juga dari Surabaya ke Solo dan Bandung. Kalau di salah satu kota, keberangkatan dan kedatangannya tertunda, maka secara otomatis juga menyebabkan delay di kota lain.

Tak hanya itu, beberapa hari lalu pesawat milik Sky Aviation juga tidak beroperasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Konon, pesawatnya sedang ada yang men-carter. Padahal, pesawat untuk penerbangan reguler yang sudah terjadwal waktunya seharusnya tidak di-carter-kan, apalagi tidak ada pesawat pengganti. Kondisi yang serba tidak jelas ini tentu sangat mengecewakan para penumpang yang sudah membeli tiket atau menjadwal kepergiannya dengan menumpang pesawat. Sudah barang tentu hal itu akan mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kelangsungan dan keberadaan penerbangan di Banyuwangi.

Dengan hadirnya operator penerbangan baru yang bakal menjadi pendamping Sky Aviation diharapkan bisa mengurangi kekecewaan masyarakat yang biasa menggunakan jasa penerbangan. Tak hanya itu, adanya penambahan pesawat dan jadwal penerbangan di Bandara Rogojampi nanti juga diharapkan bisa mendatangkan multiplier effect di sektor lain. Terutama, bisa mendatangkan wisatawan mancanegara dan para investor yang ingin mengembangkan segenap potensi di Bumi Blambangan. 

Kalau Merpati sudah beroperasi, berarti jalur udara Banyuwangi-Surabaya dan sebaliknya akan terlayani setiap hari. Tinggal jam terbangnya yang masih disusun. Itu berarti, warga yang ingin memanfaatkan jasa penerbangan tidak harus bertanya-tanya lagi, hari ini ada jadwal penerbangan ke Surabaya tidak ya? Atau yang sudah tahu jadwalnya masih memendam pertanyaan, pesawatnya hari ini beroperasi tidak ya? Atau, ada delay tidak ya? Dan kekhawatiran-kekhawatiran lain akibat seringnya pesawat tidak beroperasi secara mendadak. 

Harapan kita semua, kehadiran Merpati bisa menepis keraguan dan kekhawatiran yang selama ini sering menghantui para penumpang pesawat dari maupun ke Bandara Rogojampi. Jangan sampai kehadirannya justru memperparah kekecewaan para penumpang karena pelayanan terus merosot. Kalau itu yang terjadi, maka bisa jadi muncul pemeo baru di masyarakat ‘’merpati selalu ingkar janji’’. Semoga hal itu tidak terjadi.

Agar dua pesawat dari dua maskapai penerbangan tersebut tetap eksis dan menguntungkan Banyuwangi, maka dibutuhkan komitmen pemerintah dan elemen pendukung untuk membantu. Misalnya, Bupati Banyuwangi yang dulu pernah mengimbau aparat pemerintah menggunakan jasa transportasi udara bila ada tugas ke Surabaya realisasinya harus ditunjukkan. Sebab, imbauan lisan saja tidak cukup, jadi harus ditunjukkan dengan komitmen tertulis. Kalau perlu ada keputusan legal-formal.

Demikian pula dengan elemen pendukung lain, seperti perhotelan, pengelola obyek wisata, agen wisata, dan lain sebagainya, harus mengarahkan para tamu menggunakan jasa transportasi udara. Semua itu dimaksudkan agar arus penerbangan di Bandara Rogojampi semakin ramai, dikenal, dan dimanfaatkan banyak orang. Kalau penumpang terus bertambah dan fasilitas di bandara terus diperbaiki, selain akan meningkatkan kelas bandara juga akan semakin banyak menguntungkan berbagai pihak. 

Selain itu, pemerintah juga harus mengupayakan transportasi pendukung dari dan ke Bandara Rogojampi untuk memudahkan dan memperlancar akses para penumpang pesawat. Apalagi, jarak bandara dengan Kota Banyuwangi dan hotel cukup jauh. Oleh karena itu, diperlukan angkutan yang memadai dan mendukung.

Saat ini, sebenarnya sudah ada lima taksi baru milik Ramayana Travel yang sudah siap melayani, tapi masih belum bisa dioperasikan karena beberapa izin belum turun. Padahal, taksi itu sudah nongol di bandara sejak dua bulan lalu. Seharusnya pengusaha angkutan dan pemerintah saling mendukung, agar semua bisa cepat beroperasi dan mendukung keberadaan Bandara Rogojampi. Sehingga, tidak lagi ada pengusaha yang sudah berupaya mendukung dengan menginvestasikan uangnya tapi bisnisnya tidak kunjung jalan.

Kenyataan-kenyataan pilu yang dihadapi pengusaha atau investor seperti inilah yang akhirnya membuat mereka kapok tak mau lagi berbisnis di Banyuwangi. Sebab, ruwet-nya birokrasi di pemerintahan seringkali tak disadari pemerintah bahwa itu bakal menghambat arus investasi yang akan masuk. Termasuk, adanya personel birokrat yang mencoba bermain dengan tujuan mengeruk keuntungan pribadi dari pengusaha yang akan berinvestasi. Kalau bisa tidak ruwet, kenapa harus dibikin ruwet? Gitu aja kok repot he.. he.. he….

Akhirnya, selamat datang Merpati MA-60 semoga kehadiranmu di Bulan Ramadan ini akan membawa berkah bagi warga Banyuwangi dan dijauhkan dari segala macam musibah. Amin. (cho@jawapos.co.id)

Tidak ada komentar: