Postingan

Pengelola Car Free Day Makin Memble

Gambar
Oleh: A. Choliq Baya SUDAH hampir setahun ini program car free day (CFD) di Bumi Blambangan berjalan. Tepatnya, yang dipusatkan di sepanjang Jl Ahmad Yani, mulai dari simpang lima hingga simpang tiga kantor DPRD Banyuwangi. Setiap hari Minggu, sepanjang jalan protokol itu ditutup untuk kendaraan bermotor mulai pukul 05.00 hingga 09.00. Harapannya, di hari minggu itu tidak ada asap beterbangan maupun bunyi bising kendaraan bermotor yang sepanjang hari biasanya kita rasakan. Itulah misi dari digelarnya program CFD. Dengan demikian, warga kota Banyuwangi dan sekitarnya bisa memanfaatkan sepanjang jalan itu untuk aktvitas santai. Apakah ikut olah raga senam yang digelar secara rutin di depan kantor Pemkab Banyuwangi, jalan-jalan santai bersama keluarga, bersepeda, main sepak bola, skateboard, sepatu roda ataupun main badminton. Bisa juga menikmati buku bacaan di perpustakaan keliling yang mangkal di situ, melihat penampilan seni budaya yang kadang-kadang tampil, hunting kulin...

Selamat Datang Industrialisasi

Gambar
Oleh: A. Choliq Baya BUMI Blambangan Banyuwangi semakin jadi prhmadona bagi para investor. Meski letaknya berada di ujung timur Pulau Jawa dan jauh dari ibu kota provinsi, tapi tak mengurangi minat investor untuk menanamkan modalnya di daerah ini. Terutama sejak bumi berjuluk The Sunrise of Java ini berhasil mendatangkan operator penerbangan untuk beroperasi di Bandara Blimbingsari pada Desember 2010 lalu . Di samping itu juga ditunjang oleh kondisi alam yang cukup strategis dan menguntungkan. Seperti adanya pelabuhan laut yang memiliki kedalaman hingga 15 meter sehingga bisa disandari kapal -kapal dengan bobot tonase cukup besar. Bandara dan pelabuhan merupakan elemen terpenting bagi dunia usaha, sebab dengan adanya bandara , letak Banyuwangi yang cukup jauh dari ibu kota provinsi maupun ibu kota negara bisa disinggahi lebih cepat. Mengingat, waktu yang dimiliki pengusaha atau investor tentu sangat berarti. Begitu pula dengan pelabuhan, menjadi sarana sangat pentin...

Merpati, Jangan Lagi Ingkar Janji

Gambar
Oleh: A. Choliq Baya TRANSPORTASI udara dari Bandara Blimbingsari Banyuwangi ke Bandara Juanda Surabaya atau sebaliknya semakin sering dikeluhkan. Para penumpang yang dulunya banyak memanfaatkan jasa ini, sejak beberapa bulan lalu mulai kurang bergairah. Kondisi ini bukan dikarenakan mereka tidak tertarik menggunakan jasa penerbangan, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh layanan operator penerbangan yang sering tidak konsisten. Terutama menyangkut jadwal terbang yang sering berubah-ubah waktunya. Padahal, sejak penerbangan perdana dibuka pada Desember 2010 lalu, antusias masyarakat yang memanfaatkan jasa ini cukup besar. Terbukti, jalur penerbangan reguler yang awalnya hanya dilayani pesawat jenis twin otter berkapasitas 9 penumpang milik maskapai Sky Avation, hampir selalu terisi penuh. Bahkan, empat bulan kemudian, operator penerbangan Sky Avation yang melayani rute Surabaya – Banyuwangi – Denpasar pergi pulang ini mengganti armada pesawat yang lebih besar, yakni Fokker...

Wisata Kuliner

Gambar
Oleh: Choliq Baya BISNIS kuliner semakin menjanjikan.  Apalagi, bila bisa mengemasnya dengan sajian-sajian yang unik dan menarik. Baik itu menyangkut aneka makanan yang disajikan, cara menyajikannya, layout lokasi kulinernya maupun aneka program acara yang digelar untuk menarik pengunjung. Terlebih lagi bila bisa memadukan dengan aneka kegiatan entertainment yang membuat pengunjung makin betah untuk berlama-lama sambil menikmati makanan di tempat itu. Fasilitas tambahan itu bisa berupa arena bermain anak-anak, kolam pancing, live music , galeri seni, fasilitas hotspot untuk berselancar di dunia maya, sulap, lawak, tari-tarian, dan lain sebagainya. Perkembangan perkulineran di negara Indonesia yang cukup pesat harus bisa ditangkap dan dikembangkan menjadi sebuah komoditas yang bisa mengangkat kesejahteraan rakyat. Baik itu dilakukan secara mandiri oleh warga masyarakat, pengusaha, pihak perbankan maupun aparat pemerintah dalam menjalankan program pemberdayaan masyar...

Menunggu Dewa Penyelamat Persewangi

Gambar
Oleh: A. Choliq Baya PERJALANAN punggawa Persewangi, klub sepak bola kebanggaan masyarakat Banyuwangi yang berkiprah di pentas divisi utama Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) semakin terseok-seok. Selain karena faktor kekurangan suplai anggaran yang tidak kunjung dapat sponsor, beberapa pemainnya juga mulai hengkang ke klub lain. Ini terjadi karena mereka menganggap masa depannya di Persewangi kurang jelas dikarenakan gajinya tersendat sampai tiga bulan, bahkan kontraknya banyak yang direvisi ulang. Ada tiga pemain pilar yang sudah angkat kaki dari klub yang diarsiteki Yudi Suryata ini. Masing-masing kiper utama David Ariyanto yang sebelumnya merumput di Persiwa Wamena, kini hijrah ke Barito Putra, klub divisi utama Liga Indonesia. Dua punggawa lain yang memilih hengkang dari Persewangi adalah mantan pemain PSIS Semarang Modestus Indra Setiawan dan Ilham Sadat. Sejak putaran kedua divisi utama LPIS yang digelar PSSI, keduanya sudah hijrah ke Persis Solo. Bukan tidak m...

Menjual Banyuwangi di Pulau Dewata

Gambar
Oleh: A. Choliq Baya BERBAGAI upaya untuk mengenalkan sekaligus menjual aneka potensi yang dimiliki bumi berjuluk The Sunrise of Java terus dipacu. Kalau biasanya dilakukan melalui pameran, mengirim delegasi seni budaya, menggelar even, menyebar brosur, pasang iklan di media cetak, elektronik, internet serta dari mulut ke mulut, kini mulai berani tampil agak beda. Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) berani jemput bola dengan menggelar Banyuwangi Gathering Night in Bali . Even yang digelar pada Senin, 26 Maret 2012 lalu di Paradise Plaza Hotel Sanur, Bali itu benar-benar cukup meriah dan tergolong sukes. Pasalnya, dilihat dari antusias tamu undangan yang datang hampir tidak menyisakan kursi kosong. Jumlahnyapun jauh lebih besar dari undangan serupa yang biasanya digelar daerah lain di Bali. Dan itu diakui sendiri oleh pengurus Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali. Misalnya dari 154 anggota ASITA Bali yang diu...

Investor, Marketer, dan Kucing Garong

Gambar
Oleh A. Choliq Baya PERTUMBUHAN ekonomi dan dunia usaha di Banyuwangi semakin menjanjikan. Beberapa perusahaan mulai berani mengembangkan sayapnya di sini. Sebab, daerah paling timur Provinsi Jawa Timur ini dianggap bisa menjadi pendukung pengembangan ekonomi Indonesia bagian timur. Mengingat, sarana dan prasarana pendukung di sini sudah cukup memadai meski masih perlu pembenahan lagi, terutama terkait pelabuhan dan lapangan terbang yang lebih representatif. Selain faktor alam dan prasarana pendukung, ketertarikan para investor untuk menanam modal di Kota Gandrung juga tak lepas dari ‘’rayuan maut’’ Bupati Abdullah Azwar Anas. Dengan memanfaatkan pengalaman dan jaringan saat menjadi anggota DPR RI, Anas sering ‘’berjualan’’ potensi daerah yang dia pimpin kini kepada para investor. Termasuk, mengupayakan kucuran anggaran dari pemerintah pusat untuk membangun Banyuwangi.  Tanpa bermaksud membuat GR ( gede rumongso ) bupati dan menafika...